Liputan Majalah WK - Maret 2008
Liputan Majalah WK (Wirausaha dan Keuangan) edisi 59/22/th.VIII/Maret 2008
Visinya Rekavisitama
Spesialis Produsen Mesin Antrian
Jika anda pernah ke gerai perbankan, atau pegadaian, dan mendapatkan nomor urut antri dari kartu antrian, jangan-jangan anda sedang menikmati 'hasil karya' Yopie Hutahaean,dkk. Ia membuat usaha yang memproduksi kartu antrian, dan laboratorium bahasa digital. Mau tahu bagaimana usaha ini didirikan? Berikut kisah Yopie yang dituturkan kepada Majalah WK.
Kami berlima. Saya Yopie Hutahaean, Tomi Yahya, Jimmy Handoyo, F Lado, Windiarso P, membentuk usaha ini sejak bulan januari tahun 2005 lalu. Kami beri nama usaha kami dengan nama Rekavisitama yang artinya rekayasa visi utama. Mulanya kami ingin menggunakan nama Visioneering, dari bahasa Inggris yang kurang lebih berarti rekayasa visi. Nama itu tidak jadi kami gunakan karena susah diingat dan diucapkan.
Motivasi kami mendirikan usaha ini sederhana, berawal dari keinginan untuk membuka usaha sendiri tidak bekerja ikut orang lain. Saya sendiri sempat bekerja di beberapa perusahaan sebelumnya. Sedangkan mitra saya yang lain merupakan adik tingkat saya sewaktu kuliah. Mereka sebelumnya juga sempat bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang desain elektronika. Kami sendiri lulusan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Usaha yang kami tekuni saat ini sesuai dengan latar belakang pendidikan yang kami miliki. Perusahaan kami bergerak dalam bidang desain dan produksi perangkat elektronika. Ada dua produk yang secara tidak disengaja kami tekuni, yaitu mesin antrian dan laboratorium bahasa digital. Dikatakan tidak disengaja karena berawal dari tahun 2003, sebelum usaha kami terbentuk secara terpisah ada permintaan untuk mendesain kedua perangkat tersebut dari dua perusahaan yang berbeda. Ternyata permintaan terhadap kedua produk tersebut mengalir terus. Belakangan kami tidak sempat lagi untuk mengembangkan produk baru. Sehingga kami mengambil keputusan untuk sementara fokus mengembangkan dan memproduksi kedua produk tersebut. Ingin rasanya merekrut orang baru untuk mendesain produk elektronik yang baru. Rupanya sulit mencari orang di bidang hardware atau perangkat keras. Kebanyakan sarjana elektro lebih tertarik bergerak dalam bidang software atau perangkat lunak. Atau bekerja enak di perusahaan raksasa. Bagaimana tidak, orang software bekerja duduk diam di depan komputer. Sedangkan bidang hardware bisa dibilang pekerja kasar.
Siapa yang ingin Membesarkan?
Mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengerti fungsi dari kedua produk tersebut. Mesin antrian digunakan untuk menangani antrian orang yang terjadi dalam suatu pelayanan publik. Biasanya antrian orang terjadi di pelayanan bidang perbankan, pajak, telpon, listrik dan lainnya. Perangkat ini membantupelanggan dalam mengambil nomor antrian untuk kemudian dipanggil satu persatu sesuai urutan nomornya. Maka antrian menjadi tertib dan pelangganpun menjadi lebih nyaman. Sedangkan produk laboratorium bahasa banyak digunakan di sekolah atau kampus yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa terutama bahasa asing.
Ada pun kendala yang kami hadapi di awal merupakan masalah klasik yaitu modal. Masalah dana, kami tidak tahu kemana harus mencari pinjaman. Ada yang bialng coba cari KTA ke Bank. Tapi dari sekian banyak bank yang saya datangi tidak jelas apa dan bagaimana cara mendapatkan pinjaman tersebut.
Seiring waktu semakin kami sadari bahwa modal bukanlah faktor utama yang menghambat kami untuk berkembang. Tetapi sebenarnya ada masalah lain yang lebih fatal. Yaitu kenyataan bahwa kami tidak punya akses informasi dalam banyak hal. Banyak kesulitan yang kami temui tidak terkait langsung dengan kondisi keuangan.
Network, Jaringan pemasaran, kami tidak punya. Kami tidak punya kenalan yang dapat membeli produk kami dengan alasn koneksi. Fasilitas dari keluarga juga tidak kami dapat. Mencari dukungan ke instansi pemerintah juga susah. Kebanyakan usaha yang didukung pemerintah bergerak dalam bidang kerajinan, makanan atau agrobisnis. Kalau pun ada bagian dari pemerintah yang terkait dengan pengembangan teknologi itu pun berupa teknologi yang mendukung bidang-bidang yang saya sebutkan di atas.
Perhatian pemerintah terhadap bidang usaha sejenis yang kami tekuni justru berada pada tingkat perusahaan raksasa. Berbeda dengan di Cina. Perusahaan sejenis justru berkembang di tingkat bawah karena perhatian dari pemerintahnya.
Teknologi pendukung. Diperlukan perangkat teknologi pendukung untuk membuat produk kami. Itu sulit kami dapatkan. Sehingga kami memodifikasi peralatan yang tersedia di pasaran untuk disesuaikan dengan kebutuhan kami.
Merangkak, tapi Kami Yakin Segera Besar
Kegiatan workshop kami jalankan di Malang. Kami sendiri tidak berminat tinggal di Jakarta yang serba ruwet. Bukan kami tidak menyukai tantangan. Malah sebenarnya untuk perkembangan usaha lebih enak jika dijalankan di Jakarta. Tapi kami lebih suka bergerak dari Malang. Terbukti dari Malang ini kami bisa menjangkau berbagai pelosok tanah air. Sampai Aceh sekalipun yang sebenarnya lebih dekat ke Jakarta. Lagi pula dengan bisnis usaha di Malang menyebabkanbiaya operasional kami lebih rendah sehingga harga jual produk kami menjadi sangat kompetitif. Untuk urusan pemasaran di berbagai daerah ada rekanan di daerah masing-masing. Saat ini end user yang menggunakan produk kami minimal tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia.
Pengguna terbesar di berbagai instansi baik berupa sekolah, perguruan tinggi, lembaga kursus, bank, BUMN dan instansi pemerintah dan swasta lainnya. Kami yakin tahun ini seluruh provinsi di Indonesia akan terjangkau produk kami. Fokus kami mengembangkan dua produk menyebabkan produk kami menjadi memiliki kelebihan dibandingkan produk pesaing. Untuk mesin antrian misalnya, kami sudah mendisain fasilitas sehingga penanganan terhadap antrian yang terjadi dapat jauh lebih efektif dan efisien. Sedangkan produk laboratorium bahasa kami kembangkan secara digital sehingga lebih canggih. Tidak hanya itu, fokus pengembangan laboratorium bahasa dititikberatkan pada fungsi sehingga sangat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam bebahasa asing. Berbeda dengan produk sejenis yang sudah beredar banyak di pasaran.


